Pembentukan PKK-RT untuk Perkuat Pemberdayaan di Tingkat Dasar
Kegiatan PKK Rt.12 Dusun Sidomulyo, kec.Anggana (ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara
(Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar tengah
mendorong optimalisasi peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan
Keluarga (PKK) hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT).
Langkah ini dimaksudkan
untuk memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat dari tingkat paling bawah. Hal
ini diungkapkan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi
Masyarakat DPMD Kukar, Asmir Riyandi Elvandar.
Ia mengatakan melalui
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, pemerintah menekankan
pentingnya segera membentuk struktur PKK-RT di seluruh wilayah Kukar.
Elvandar menyebutkan
secara regulasi organisasi PKK sudah memiliki dasar hukum yang mengatur
keberadaannya sampai di tingkat RT.
Namun diakuinya dalam
implementasinya, pembentukan PKK-RT masih belum merata di seluruh wilayah
Kukar.
“Seharusnya sudah ada di
semua RT, karena regulasinya memang mengatur sampai ke level itu. Tapi
kenyataannya belum terlaksana dengan baik,” ujar Elvandar Selasa (29/04/2025) .
Lebih lanjut dirinya juga
menegaskan bahwa keberadaan PKK Kabupaten memiliki peran penting dalam
melakukan penataan organisasi dan pendampingan teknis.
Hal ini untuk mendukung
agar PKK-RT bisa terbentuk secara menyeluruh dan terstruktur. Terutama dari
sisi administratif yang hingga kini hanya lengkap di tingkat kabupaten.
“Kehadiran PKK-RT bukan
sekadar pelengkap, tetapi menjadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat yang
paling dekat dengan warga. Dengan adanya struktur ini, program-program sosial
dan ekonomi bisa berjalan lebih efektif di lingkungan RT,” jelas Elvandar.
Selain itu dirinya juga
menyoroti pentingnya peran PKK-RT dalam berbagai aktivitas masyarakat, termasuk
saat menerima kunjungan tamu atau menyelenggarakan kegiatan berbasis lokal.
Elvandar beranggapan
keberadaan PKK-RT dapat menampilkan identitas dan kekhasan budaya masing-masing
wilayah.
“Aspek budaya dan ekonomi
lokal bisa digerakkan dari PKK-RT. Bahkan di daerah lain, ketika ada kegiatan,
PKK-RT yang aktif menyambut dan menunjukkan ciri khas daerah mereka,”
tambahnya.
Ia juga mengatakan dengan
adanya PKK-RT yang aktif, masyarakat di tingkat RT akan lebih mudah terlibat
dalam kegiatan pemberdayaan.
Selain itu,
kegiatan-kegiatan seperti pelatihan, usaha mikro, hingga edukasi keluarga bisa
lebih tepat sasaran.
“Kita berharap agar Tim
Penggerak PKK Kabupaten segera mengambil langkah konkret dalam membentuk dan
membina PKK-RT, dengan harapan agar masyarakat dapat berdaya dan mandiri dari
lingkungan terkecil,” tutupnya.(adv/tan)